Bandar Lampung – Harga berbagai jenis plastik di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung mengalami kenaikan signifikan hingga 40–50 persen dalam beberapa waktu terakhir.
Pantauan di Pasar Tamin, Selasa (7/4/2026), kenaikan terjadi hampir pada seluruh jenis plastik, mulai dari kemasan hingga kantong belanja.
Salah satu pedagang, Nazarudin, mengatakan lonjakan harga sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum Idul Fitri 2026, namun meningkat lebih tajam setelah Lebaran.
“Rata-rata naik sekitar 40 sampai 50 persen, bahkan ada yang naik bertahap hampir setiap hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kenaikan terjadi pada berbagai jenis plastik seperti polyethylene (PE), polypropylene (PP), hingga kantong asoy. Untuk beberapa jenis, kenaikan mencapai Rp5.000 hingga Rp10.000 per item.
Menurutnya, lonjakan harga dipicu kenaikan harga bahan baku plastik yang berasal dari minyak mentah, seiring kondisi geopolitik global yang memanas.
Meski harga naik, permintaan plastik masih relatif stabil karena menjadi kebutuhan utama para pedagang. Namun, terjadi penurunan jumlah pembelian dari konsumen.
“Biasanya beli lima, sekarang jadi tiga atau empat,” katanya.
Pedagang lain, Aminah, mengaku harus menyiasati kondisi tersebut agar tidak merugi. Ia mengurangi penggunaan plastik dan mendorong pembeli membawa kantong sendiri.
“Kami lebih hemat plastik, kadang pembeli disarankan bawa kantong sendiri,” ujarnya.
Selain itu, penyesuaian harga jual juga dilakukan secara bertahap untuk menutup biaya tambahan akibat kenaikan harga plastik.












