Aku hanya puing-puing diantara reruntuhan,Tak berharap kau jadikan permadi, Tubuhku penuh kehampaan, Wajar jika hilang diantara peduli… Tinggal menunggu angin bertiup kencang
Aku hanya puing-puing diantara reruntuhan,Tak berharap kau jadikan permadi, Tubuhku penuh kehampaan, Wajar jika hilang diantara peduli… Tinggal menunggu angin bertiup kencang